Angkutan Umum di Makassar Namanya Pete-Pete

PetaMakassar – Siapa yang suka naik angkot? Anda yang tinggal di luar Sulawesi Selatan mungkin menyebutnya angkot, namun berbeda di Makassar dan sekitarnya.

Disini kendaraan berjenis microlet ini disebut “pete-pete”.

Belum tahu dari mana istilah itu ada, namun sehari-hari sejak saya masih kecil orang sudah mengenalnya dengan istilah pete-pete.

Namun berdasarkan informasi yang saya dapatkan yang paling masuk akal adalah istilah pete-pete berasal dari bahasa Inggris yaitu Public Transportation (transportasi publik). Kemudian disingkat Pete-pete supaya lebih familiar di telinga masyarakat.

Angkot pete-pete di Makassar

pete-pete di makassar dengan jalur sentral dan terminal
Pete-pete di Makassar berwarna biru muda

Pete-pate mengangkut orang yang ini beraktivitas. Di dalamnya biasa terdapat berbagai kalangan, mulai dari orang kantoran, mahasiswa, anak sekolahan, sampai ibu-ibu yang ingin belanja di pasar.

Dengan adanya pete-pete orang sangat terbantu karena biaya yang dikenakan untuk sekali perjalanan adalah 5 ribu rupiah.

Di dalamnya, seperti angkot pada umumnya, orang duduk berhadapan dan membelakangi jendela. Semakin banyak penumpang kursi akan terasa sangat sempit. Pete-pete biasanya memuat 10 orang penumpang.

kursi di dalam pete-pete makassar

Jauh atau dekat, sama saja yaitu 5 ribu rupiah per kepala. Jika ada ibu-ibu yang membawa anaknya yang masih kecil, biasanya anaknya tidak dikena charge karena masih dipangku oleh ibunya.

Mahasiswa yang ingin berangkat ke kampus pun sangat terbantu. Toh masih banyak yang belum memiliki kendaraan sendiri. Maka solusinya adalah tunggu pete-pete di depan rumah atau di jalur tertentu dimana pete-pete kampus itu akan melintas.

Namun tidak jarang bagi yang tinggal di tempat yang jauh dari kampusnya, harus berpindah pete-pete sampai 2 kali, bahkan 3 kali karena beda jalur.

Anak sekolahan mulai dari anak SD, SMP sampai SMA juga memadati pete-pete pada pagi hari dan jam pulang sekolah. Biayanya tetap sama yaitu 5 ribu rupiah.

Dulu waktu saya masih SMA, tarif pete-pete yang saya bayar adalah 2 ribu rupiah saja sekali jalan. Ongkos selalu naik seiring naiknya harga bensin/premium.

Cara naik pete-pete di Makassar

Biasanya anda tidak perlu melambaikan tangan untuk memberhentikan pete-pete. Supir-supir sudah peka kalau ada orang yang berdiri di pinggir jalan artinya dia sedang menunggu pete-pete. haha..

Jika angkot ini singgah di depan anda, alangkah baiknya anda menanyakan tujuan anda terlebih dahulu. Jangan sampai anda tidak sampai ditujuan karena berbeda tujuan.

Jika anda tahu tujuan anda, namun tidak tahu mau naik angkot apa, tanyakan ke supirnya. Mungkin dia bisa bantu antar sampai ke tujuan, atau memberikan opsi untuk melanjutkan perjalanan dengan pindah mobil pada tujuan jalur yang sesuai.

Namun anda tidak bisa naik pete pete masuk sampai di Bandara. Untuk itu anda harus naik bus damri untuk sampai ke sana.

Jalur pete-pete di Makassar

Pete-pete bisa ditandai dengan mobil berwarna biru muda dengan berbagai kode yang tertulis di sudut kiri atas. Kode tersebut berupa huruf dan angka.

Mulai dari Huruf A, B, C, D, E, F, G, H, I, dan J.

Jika anda bingung mau jalan ke tujuan mana, lihat saja kodenya.

Misalnya, anda berada di jalan Urip Sumiharjo, lalu anda ingin menuju ke pasar sentral Makassar, maka pete-pete yang berjalan di jalur itu adalah Pete-pete dengan kode D.

Hampir semua pete-pete di Makassar tujuannya ke pasar sentral lalu putar balik di kembali ke jalur yang sudah disesuaikan dengan kode mobilnya. Sebagian menuju ke terminal, dan sebagian juga menuju ke tempat tertentu.

Jika anda berdiri di pinggir jalan, biasanya pete-pete langsung akan singgah di depan anda tanpa anda harus memberi tanda untuk memberhentikannya.

Jika anda adalah mahasiswa, harus tahu membedakan pete-pete kampus dan bukan kampus. Untuk kampus Unhas, biasanya ditandai dengan kode angka 02 dan 05 di belakangnya dan di dekat hurufnya. Contohnya, pete-pete jalur Cendrawasih ke kampus Unhas ditandai dengan kode B 05 (kosong lima).

Supir pete-pete biasnaya nge-tem di dalam kampus dan akan putar kembali pada jam-jam pulang kampus pada siang dan sore hari.

Apakah pete-pete akan hilang di Makassar?

Seiring waktu kendaraan ini sudah membantu banyak sekali orang. Saya melihat kendaraannya tidak bertambah banyak dari hari ke hari, namun tetap bertahan.

Sudah beberapa kali saya melihat supir pete-pete demo karena beberapa tuntutan. Misalnya waktu demo karena kalah bersaing sama kendaraan transportasi online seperti grab dan gocar. Waktu itu parah banget sih, sampai tidak ada angkot yang jalan.

Namun sekarang itu sudah mereda karena populasi kendaraan transportasi online juga sudah tidak sebanyak beberapa tahun terakhir. Seperti tidak ada persaingan lagi.

Saya pikir pete-pete tidak akan hilang, selama orang masih butuh. Masih banyak orang yang bepergian dengan angkot khas Makassar ini, selain karena murah dan juga tidak ribet menunggunya. Selalu ada dimana saja.

Saya saja yang dari SMA naik pete-pete melihat volume pete-pete tidak ada perubahan. Memang banyak tetapi tidak begitu merisaukan.

Keluhan saya tentang pete-pete di Makassar

supir pete pete di makassar
supir angkutan kota pete-pete makassar

Ini yang saya rasakan tentang angkot di Makassar. Volumenya akan terasa sangat banyak pada jam-jam macet di jalan-jalan besar.

Misalnya saat jam-jam berangkat kantor, dan jam pulang kantor di sore hari. Biasanya pete-pete akan membawa banyak sekali orang di dalamnya. Belum lagi banyak dari mereka senang menunggu penumpang yang belum tentu akan naik pete-pete.

Lain hal lagi jika melihat cara berkendara supir pete-pete. Meskipun tidak semuanya sama, beberapa supir berkendara tanpa memperhatikan sekitarnya. Tiba-tiba belok kiri untuk berhenti jalan tanpa memberikan kode lampu sein terlebih dahulu.

Saya yakin pengendara yang berada di depannya akan terkejut, sampai melakukan rem mendadak, atau bahkan sampai menabraknya karena terlambat mengerem.

Akhir kata

Pete pete sebagai salah satu kendaraan angkutan umum yang ada di Makassar. Anda bisa mendapatkannya di mana saja, terutama di jalan besar.

Mereka akan mengantar dimana tujuan anda di setiap sudut kota Makassar.

Sampai artikel ini terbit, ongkos sekali naik pete-pete jauh atau dekat biayanya 5 ribu rupiah.

Silahkan berkomentar tentang pengalaman anda naik pete-pete di Makassar. 🙂


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *