9+ Tempat di Makassar yang Ditutup untuk Mencegah Penularan Virus Corona Covid19

PetaMakassar – Akhir-akhir ini akan tercatat sebagai masa-masa yang kurang menyenangkan. Yap, wabah virus corona covid 19 sedang melanda di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia.

Kalau melihat berita di tv dan media sosial sudah banyak yang meninggal dan sembuh dari Corona. Namun bagi kita yang masih merasa sehat, sebaiknya menghindari tempat-tempat yang ramai dulu untuk sementara waktu.

Dampak yang terasa adalah banyak sekali kegiatan yang jadi terhambat, seperti anak yang sekolah diliburkan, kampus diliburkan, aktivitas perkantoran juga tidak sedikit meliburkan pegawainya.

Termasuk saya yang masih kuliah jadi terhambat pengurusan di kampus. Huff..

Di kota Makassar, tempat-tempat rekreasi dan tempat hiburan juga ditutup oleh pemerintah. Ini demi untuk menjaga warganya dari wabah virus corona yang mematikan.

Sebagai warga masyarakat, saya mengikuti anjuran untuk tinggal di rumah saja. Jika tidak penting-penting amat, saya tidak keluar.

Beberapa hari yang lalu ada warga di jalan rajawali yang meninggal dunia karena terjangkit virus ini. Meski sudah ditangani tetapi ini membuat warga semakin waswas untuk keluar rumah.

Saya yang biasanya keluar cari tempat ngopi tidak datang ke cafe lagi. Takut kalau ada apa-apa saya menyentuh benda sembarang, atau tertular melalui pernapasan.

Pasti anda sudah tahu anjuran ini. Tinggal di rumah adalah hal yang terbaik untuk dilakukan.

Tempat di Makassar yang Ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus Corona

tempat ditutup di makassar virus corona covid 19

Dari pemerintah diinfokan tempat-tempat mana saja yang ditutup di Makassar untuk mencegah penyebaran virus corona covid19 merajalela. Berdasarkan surat Nomor 2152/S EDAR/045.1/DISPAR/III/2020, diteken langsung Kadis Pariwisata Makassar Rusmayani Madjid, berikut tempat tempat yang ditutup untuk sementara waktu.

  • klub malam, diskotik, dan pub.
  • karaoke keluarga
  • karaoke executive
  • bar dan cafe
  • panti pijat, refleksi kesehatan, dan spa
  • mandi uap
  • bioskop
  • bola sodok
  • arena bermain ketangkasan atau elektronik yang ada di mal.

Lama penutupan sekitar kurang lebih 14 hari.

Lokasi di atas sesuai dengan surat edaran walikota Makassar nomor yang berbunyi sebagai berikut :

Surat edaran wali kota Makassar tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease (covid-19)

Dalam rangka menindak lanjuti pencegahan penularan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease (covd 16) dengan ini pemkot Makassar menginstruksikan

Melakukan sosialisasi torhadap gejala, tanda, dan cara pencegahan penularan infeksi covid-19.

Menutup sementara termpat daya tarik wisata milik pemerintah kota Makassar anjungan pantai losari dan museum kata Makassar) salama 14 hari ke depan. Selama proses penutupan akan dilakukan permbersihan dengan disinfektan.

Melakukan pembatasan jam operasioanal selama 14 hari ke depan untuk mall, daya tarik wisata buatan dan usaha parwisata (thm, karaoke dan Panti pijat).

Agar seluruh manajemen usaha pariwisata melakukan kegiatan rutin berupa pengecekan ketersediaan hand sanitizer pada tempal tertentu dalam area kerja.

Melakukan koordinasi secara berkala dengan puskesmas dan rumah sakit yang telah dirujuk oleh pemerintah kota dan propinsi.

Agar masyarakat menghindari kegiatan di keramaian, membatasi aktivitas di luar rumah serta menjaga lingkungan tempat kita tinggal tetap bersih dan higienis

Pantai losari ditutup

pantai losari di makassar ditutup karena virus corona covid 19

Untuk sementara pantai losari juga ditutup. Kemarin beberapa petugas kebersihan sedang membersihkan area losari dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Event-event yang biasanya dilakukan hampir setiap minggu di losari ditiadakan.

Pantai losari tidak pernah sepi akhirnya kelihatan sepi juga.

Musim Kota ditutup

Kawasan wisata utama di Makassar juga ditutup sementara. Wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata seperti benteng fort rotterdam dan musium kota tidak bisa mendapat akses.

Imbasnya para tour guide yang biasanya melayani turis yang berkunjung ke kota Makassar tidak mendapatkan penghasilan tambahan. Semua demi kepentingan bersama. Jangan sampai kalau ada wisatawan yang tidak disangka-sangka terjangkit virus ini malah menyebar ke masyarakan. Kan repot jadinya.

Jalan-jalan di Kota Makassar terlihat sepi

jalan di makassar sepi karena virus corona covid19

Saya mencoba keluar rumah dan melihat kondisi di jalan. Sepi tidak seperti biasanya misalnya di pasar senggol tidak ada lagi antrian kendaraan yang menyebabkan kemacetan.

Tempat-tempat untuk olahraga pagi seperti cfd di sudirman dan losari pun hanya terlihat satu dua orang saja.

Ketika saya gowes pagi, saya melintasi sekolah juga terlihat sepi. Padahal biasanya lokasi-lokasi tersebut dipenuhi oleh kendaraan orang tua yang sedang mengantar anaknya ke sekolah.

Ada teman saya yang datang dari kampung, hendak berbelanja di pasar melihat keadaan di sana sangat sepi. Yang jualandi pasar tidak seramai biasanya katanya.

Cafe-cafe tempat saya biasa kunjungi pun tidak seramai biasanya. Padahal diketahui sendiri kalau sekarang itu anak-anak sekolah mulai paud, sd, smp sampai sma diliburkan.

Akhir kata

orang menggunakan masker untuk menghidari penyebaran virus corona covid19

Warga masyarakat Makassar memang sudah paham tentang bahaya virus corona ini. Meski begitu masih saja ada yang bekerja di luar untuk menghidupi keluarganya.

Anjuran terbaik adalah lebih baik tinggal di rumah daripada keluar jika tidak perlu.

Informasi tentang tempat-tempat yang ditutup di Makassar setidaknya dapat membuat warga berdiam di rumah.

Semoga wabah virus corona covid 19 cepat hilang dari bumi supaya aktivitas kita bisa kembali normal seperti biasanya.

Semoga tim ahli cepat menemukan obat atau vaksin untuk mengobati virus corona.

Dan bagi yang beraktivitas di luar rumah, semoga dijaga kesehatannya selalu.

Gunakan masker ketika berkendara dan cuci tangan lebih sering adalah cara yang ampuh untuk mencegah penyebaran virus corona covid19.


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *